Andi Saja - Halaman Utama
Selamat Datang


 
Pepatah ini sederhana saja “Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit” Kita biasa memaknainya: bahwa bila kita mengumpulkan sesen demi sesen, pada saatnya kita akan dapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung.

Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keping uang. yaitu: bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.

Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya? Yaitu, bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja. Namun dalam liputan kasih sayang, Ia jauh lebih tinggi daripada bukit tabungan anda.

Views: 1608 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (4)

Dua orang pria. keduanya menderita sakit keras. sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu Jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya, kebetulan tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.
Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam, Mereka membicarakan istri dan keluarga. rumah pekerjaan. keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk. ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah. pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana
“D... Read more »

Views: 542 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (0)

Apalah artinya perbedaan dibandingkan dengan banyaknya persamaan di antara kita. Bukankah kita sama-sama membutuhkan sesuap nasi tanak dan seteguk air segar demi memenuhi lapar dan dahaga? kita juga sama-sama menangis di kala sedih dan tertawa di saat gembira, kita sama-sama gemetar sewaktu ketakutan melanda serta tergelak ketika kegembiraan menerpa, kita sama-sama berkeringat di bawah terik matahari. dan menggigil ditelan dinginnya malam. Tidakkah kita melihat begitu banyak persamaan di antara kita sampai-sampai mustahil menghitungnya?, lalu mengapa secuil perbedaan yang dipicu oleh keinginan. hasrat dan nafsu menyangsikan semua kesamaan kita?

Mengapa kita seolah memiliki lebih banyak waktu untuk mengais-ais perbedaan. menggoreskan garis pemisah. memancang bendera kami dan kau? Tidak cukupkah satu persamaan di antara kita berikut ini memupuskan kegigihan untuk mempertahankan warna-warna itu bukankah kita sama-sama membutuhkan kasih sayang?

Views: 584 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (0)

Seberapa luas dunia yang anda ciptakan? Banyak orang hanya memiliki dunia seluas meja tulisnya Atau sepetak ruang kerjanya. Atau mungkin sebesar gedung kantornya saja. Pandanglah keluar Tebarkan pandangan anda. Carilah ujung cakrawala Nikmatilah cahaya matahari sore menemani perjalanan pulang anda ke rumah. Dunia anda jauh lebih luas dari yang anda sangka. Ruang yang tersedia bukan hanya antara rumah dan ruang kerja anda. Anda dianugerahi lautan. pegunungan. hutan. mata air dan berbagai keindahan alam lainnya. Sadarilah bahwa semua ini tak kalah berharganya. karena itu. jangan sia-siakan waktu anda untuk tidak melebur dengan keindahan yang tiada tara. Jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaan anda. Esok masih ada, kecuali anda mau menyesal karena di saat pandangan anda telah lamur. anda baru tersadar akan keelokan alam ini.

Pekerjaan anda bisa menunggu. Namun umur anda takkan kembali. waktu adalah anak panah yang melesat kencang. Anda tak mungkin mampu menghentikan atau melambatkann... Read more »

Views: 559 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (0)

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu kata si nenek kepada suaminya. Kau benar. Inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat”, ujar Si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara Terima kasih untuk perhatiannya. perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop Stop Aku berteriak Tetapi orang itu berkata belum ! lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.

Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku tanpa menghiraukan teriakanku. bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. panas panas Teriakku deng... Read more »

Views: 538 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (0)

Bagaimana bila ada seseorang sedemikian ngotot menghalangi anda mencapai sukses? Bagaimana bila orang itu juga yang selalu merintangi anda di setiap usaha? Bagaimana perasaan anda terhadap orang itu?

Bagaimana kalau orang itu selalu muncul sambil membawa segudang alasan untuk menghalangi anda bertindak?

Bagaimana kalau ternyata orang itu adalah anda sendiri? Boleh jadi, Ada kemungkinan, diri sendiri adalah musuh terbesar anda dalam menghalangi sukses dan kegemilangan.

Pernahkah anda memergoki diri anda sendiri berkata aku tidak mungkin melakukan itu”? Tidakkah suara kecil itu juga yang selalu merintangi tujuan anda, dan membawa berjubel-jubel alasan bahwa ini-itu adalah mustahil?

Keterbatasan yang anda miliki memang meminta anda untuk membatasi diri Tetapi keputusan tetap di tangan anda Suara kecil itu silahkan bicara apa saja.

Relakah anda dipenjara oleh keterbatasan? Tentu tidak. Bayangkan apa yang dapat anda capai bila anda 100% mendukung diri anda sendiri.
... Read more »

Views: 530 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (0)

Ketika anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka-prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya. Dan seburuk-buruknya jawaban adalah bila anda tak paham akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak di hadapan anda terima apa adanya, Jangan biarkan prasangka menyeret anda ke ujung jalan yang lain, Mungkin anda merasa aman dengan prasangka anda. Namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila anda telah mampu melepaskan prasangka. anda menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih lebar.

Bila anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata anda. Bukan kacamata anda. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada di balik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata anda. Demikian pula halnya dengan diri anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati anda melalui mata anda. pras... Read more »

Views: 537 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (0)

Suatu ketika ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu sebab. ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki Semuanya buatan sendiri sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istemewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya. mobil Mark lah yang paling tak Sempurna. beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah memang mobil itu tak begitu menarik. dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya. tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun Mark bangga dengan itu semua, sebab mobil itu buatan tangannya sendiri

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil Setiap anak mulai bersiap di garis starts untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mob... Read more »

Views: 504 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (0)

Bagaimana seseorang tahan berjam-jam bekerja seolah tak mengenal lelah? Apa pula rahasia pekerja rig lepas pantai yang meninggalkan anak istri bertarung dengan angin dan badai? Bagaimana juga dengan para petani. nelayan. kuli sopir angkutan. pekerja berat yang tahan membanting tulang di tengah terik panas atau dingin malam? kekuatan apa yang mendorong mereka begitu kuat secara fisik dan tangguh secara mental? Sedangkan di sudut sempit yang lain, banyak orang mengeluh karena persoalan yang tak lebih besar dari ujung kuku.

Kekuatan itu bernama cinta. Cinta yang melahirkan harapan dan pengabdian bagi kepada siapakah mereka mempersembahkan hasil kerja mereka; kepada keluarga nun jauh disana kepada masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka: kepada alam yang mengasuh mereka; kepada masa depan kehidupan yang sejahtera; atau kepada hati tempat cinta itu mengalir.

Bila anda berkeluh kesah hanya karena harus memperpanjang waktu kerja anda beberapa jam saja. maka kenanglah punggung ... Read more »

Views: 13368 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (6)

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata “Okay. sekarang waktunya untuk quiz”. Kemudian Ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. kemudian Ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas. “Menurut kalian . Apakah ember ini telah penuh?”

Semua mahasiswa serentak berkata “Ya!”
Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian?”. Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu kemudian sekali lagi ia bertanya pada kelas ini. “Nah apakah sekarang ember ini sudah penuh?’

Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.”... Read more »

Views: 514 | Added by: admin | Date: 2009-07-06 | Comments (0)

1 2 3 »
Tuesday
2016-09-27
3:07 AM
Kalender
«  September 2016  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
Halaman Login
Welcome Guest!
Halaman Chat
200
Polling
Bagaimana Website Saya?
Total of answers: 4
Mysite

Copyright MyCorp © 2016
Free web hostinguCoz